Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena prevalensinya belum mencapai target nasional. Di Kota Medan, prevalensi stunting masih cukup tinggi yaitu sebesar 19,9%, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Sicanang Kecamatan Medan Belawan yang merupakan daerah dengan jumlah kasus stunting cukup tinggi di Kota Medan dengan angka kejadian 65 kasus balita stunting pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sicanang Medan Belawan. Desain yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi mencakup 2.228 ibu yang memiliki balita pada periode Januari–Mei 2024, dengan 39 responden ditentukan sebagai sampel menggunakan formula Slovin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat melalui uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat pemberian ASI eksklusif (p<0,001), berat badan lahir (p<0,001), pendapatan keluarga (p<0,001), dan pengetahuan ibu (p<0,001) berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Disimpulkan bahwa seluruh variabel berperan dalam kejadian stunting. Puskesmas Sicanang Medan Belawan direkomendasikan untuk mengintensifkan program penyuluhan kepada ibu balita, mencakup edukasi ASI eksklusif, pemantauan berat badan lahir, pengelolaan gizi keluarga, serta peningkatan pengetahuan gizi sejak masa kehamilan hingga periode balita guna menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Copyrights © 2026