Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penggunaan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam penyelesaian tugas kuliah oleh mahasiswa UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo serta menelaah tingkat literasi digital mereka melalui empat pilar utama: digital skills, digital safety, digital ethics, dan digital culture. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memanfaatkan AI secara beragam untuk brainstorming, merangkum bacaan, perbaikan kebahasaan, dan penyusunan kerangka tulisan. Pada aspek digital skills, mahasiswa telah menguasai keterampilan operasional dasar, tetapi masih lemah pada kemampuan evaluatif seperti prompt engineering, verifikasi referensi, dan penilaian kualitas output. Pada aspek digital safety, sebagian besar mahasiswa menunjukkan kehati-hatian tinggi dalam menjaga privasi dan keamanan data, meskipun sebagian kecil masih berisiko. Dimensi digital ethics mengungkapkan adanya dilema antara praktik parafrase, kesadaran sitasi, serta pemahaman bias dan validitas AI. Sementara itu, digital culture mahasiswa cenderung mencerminkan budaya penggunaan AI yang reflektif, kritis, dan tidak pragmatis; mahasiswa memandang AI sebagai alat pendamping belajar, bukan pengganti proses berpikir. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital komprehensif agar pemanfaatan AI di perguruan tinggi selaras dengan nilai akademik dan etika keislaman.
Copyrights © 2026