Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran fisika. Namun, pembelajaran fisika masih didominasi oleh hafalan rumus dan penyelesaian soal secara prosedural sehingga pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir kritis siswa belum berkembang secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan model Experiential Learning berbantuan audiobook terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi suhu dan kalor. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain counterbalance pretest-posttest control group. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 64 siswa kelas XI di salah satu SMA Negeri di Jakarta. Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan dianalisis menggunakan normalized gain (N-gain), uji Mann–Whitney U, dan effect size Cohen's d. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Experiential Learning berbantuan audiobook menunjukkan tingkat efektivitas yang berbeda pada materi suhu dan kalor. Pada materi kalor diperoleh perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p = 0,003; Cohen's d = 0,757), sedangkan pada materi suhu perbedaannya belum signifikan (p = 0,066) meskipun memiliki effect size kategori sedang (Cohen's d = 0,502). Temuan ini menunjukkan bahwa model Experiential Learning berbantuan audiobook efektif dalam mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa dengan efektivitas yang bervariasi sesuai karakteristik materi. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan instrumen dengan jumlah butir soal yang lebih banyak serta durasi intervensi yang lebih panjang agar pengukuran kemampuan berpikir kritis dapat dilakukan secara lebih mendalam.
Copyrights © 2026