Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia saat ini berhadapan dengan kompleksitas masyarakat majemuk yang diperparah oleh disrupsi era post-truth, di mana relativisme kebenaran, misinformasi, dan polarisasi sosial menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi implementatif bagi PAK agar mampu mempertahankan identitas iman Kristen sekaligus mempromosikan harmoni sosial. Melalui metode kepustakaan (library research), kajian ini menganalisis landasan teologis PAK berdasarkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, lalu mengontekstualisasikannya dengan dinamika sosiologis masa kini. Hasil studi mengindikasikan bahwa PAK tidak lagi sekadar wadah transmisi dogma, melainkan instrumen esensial untuk membentuk nalar kritis dan resiliensi spiritual umat melalui internalisasi nilai kasih dan keadilan. Strategi yang diusulkan mencakup penguatan literasi media, praksis dialog lintas agama yang inklusif, penerapan kurikulum multikultural, serta optimalisasi teknologi digital untuk menyemai narasi teologis yang damai. Kesimpulannya, penelitian ini menawarkan kerangka teologis-pedagogis bagi para pendidik guna memperkokoh peran PAK sebagai kekuatan transformatif yang merawat kohesi sosial di tengah krisis kebenaran abad ke-21.
Copyrights © 2026