Fenomena keletihan rohani, penipisan integritas pelayanan, dan tekanan visibilitas publik dalam gereja kontemporer menegaskan pentingnya spiritualitas pastoral yang berakar pada eskatologi Injil. Studi ini menelaah Lukas 12:42–43 dengan pendekatan eksegesis gramatikal-historis dan analisis naratif untuk memahami figur “hamba yang setia dan bijaksana” sebagai paradigma kesetiaan pastoral. Istilah pistos, oikonomos, phronimos, dan en kairo dianalisis dalam terang penghakiman Kristus dan amanat penggembalaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesetiaan pastoral merupakan habitus eskatologis yang terwujud dalam tiga pilar utama, yaitu: integritas tersembunyi, yaitu kesetiaan di hadapan Allah melampaui pencitraan publik; tanggung jawab relasional sebagai pengelola amanah; dan ketahanan praksis dalam menjalankan tugas secara konsisten di tengah tekanan. Dengan demikian, kesetiaan pastoral tidak diukur oleh performativitas religius, melainkan oleh ketaatan yang berakar pada pengharapan eskatologis, serta membentuk pelayan yang berintegritas, bertanggung jawab, dan tekun di hadapan Tuhan.
Copyrights © 2026