Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga September 2025. Pembuatan sampel dilakukan pada tanggal 20–31 Agustus 2025, sedangkan pengujian dilaksanakan pada 1 September 2025 di Laboratorium Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kekuatan putus (breaking strength) jaring berbahan dasar serat eceng gondok (Eichhornia crassipes), menganalisis perbandingannya dengan jaring sintetis berbahan nilon serta jaring dari serat alami lainnya, dan menganalisis potensi eceng gondok sebagai bahan alternatif pembuatan jaring. Jaring yang digunakan terdiri atas 2, 4, dan 6 helai serat eceng gondok dengan diameter masing-masing 3 mm, 4 mm, dan 5 mm. Penelitian ini menggunakan tiga perlakuan dengan sepuluh ulangan yang mengacu pada SNI ISO 1805 tahun 2010. Parameter yang diamati adalah kekuatan putus. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jaring eceng gondok dengan 6 helai serat memiliki nilai kekuatan putus tertinggi, yaitu 8,04 kgf, sedangkan jaring eceng gondok dengan 4 helai serat memiliki nilai kekuatan putus per diameter tertinggi serta efisiensi terbaik, yaitu 1,66 kgf/mm.
Copyrights © 2026