Manajemen perbekalan merupakan komponen vital dalam operasi kapal hand line yang beroperasi selama 10–20 hari di laut karena berpengaruh langsung terhadap efisiensi biaya dan mutu hasil tangkapan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis sistem manajemen perbekalan kapal hand line di PPS Bungus yang meliputi tahap pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, dan pengendalian, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi nelayan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara purposive terhadap nakhoda, ABK, pemilik kapal, petugas pelabuhan, dan pemasok logistik pada Oktober–Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem manajemen perbekalan telah berjalan cukup terstruktur; pengadaan dilakukan berdasarkan estimasi lama trip dan jumlah ABK dengan biaya rata-rata Rp25–30 juta per trip untuk kapal 24–30 GT, penyimpanan dilakukan melalui pengelompokan muatan basah, kering, dan enak/bagus, pemeliharaan dilakukan dengan perlindungan es balok, pengawasan air bersih, dan pembagian konsumsi terukur, serta pengendalian melalui pencatatan harian, pembatasan bahan high-demand, dan evaluasi sisa perbekalan. Kendala utama meliputi keterbatasan ruang kapal kecil dan belum adanya standar kebutuhan baku berbasis GT dan durasi operasi. Secara umum, manajemen perbekalan tergolong baik namun masih berbasis pengalaman nakhoda sehingga diperlukan standar kebutuhan dan sistem pencatatan logistik yang lebih sistematis untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi perencanaan.
Copyrights © 2026