Konvergensi media menjadi strategi utama lembaga penyiaran dalam menjangkau generasi digital. Penelitian ini menganalisis bagaimana Kompas TV mengadopsi platform TikTok sebagai medium distribusi informasi dan bagaimana fenomena tersebut mentransformasi pola akses informasi masyarakat Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik studi dokumentasi konten, penelitian ini mengkaji akun resmi @KompasTV di TikTok beserta tiga studi kasus konten yang mewakili kategori breaking news, infografis, dan feature/soft news. Kerangka teoritis dibangun dari Teori Konvergensi Media Henry Jenkins dan Teori Difusi Inovasi Everett Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas TV menerapkan tiga bentuk konvergensi: (1) konvergensi teknologi melalui repurposing konten siaran linear ke format video pendek; (2) konvergensi konten melalui adaptasi bahasa visual, durasi, dan penggunaan audio trending; serta (3) konvergensi sosial yang mendorong partisipasi aktif audiens melalui fitur duet, komentar, dan repost. Proses adopsi TikTok oleh Kompas TV juga dapat dipahami sebagai proses difusi inovasi yang berjalan dari fase early adopter menuju early majority, didukung oleh karakteristik trialability dan observability platform yang tinggi. Kompas TV berhasil memanfaatkan karakteristik TikTok sebagai platform video pendek untuk memperluas distribusi informasi dan meningkatkan partisipasi audiens. Transformasi akses informasi yang terjadi ditandai oleh pergeseran konsumsi berita dari jadwal siaran menuju konsumsi yang bersifat on-demand, mobile-first, dan algoritmik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model konvergensi media yang mengintegrasikan teori konvergensi dan difusi inovasi di konteks platform short-video berbasis algoritma rekomendasi di Indonesia.
Copyrights © 2026