Diabetes merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita oleh orang Indonesia. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2018 oleh Departemen Kesehatan menunjukan bahwa prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2013 sebesar 2,1% menjadi 10,9% pada tahun 2018. Oleh karena itu perlu terus dilakukan penelitian tentang obat diabetes baru yang dapat memberikan efisiensi yang maksimal dan efek samping yang paling sedikit. Pepaya adalah buah yang dapat dengan mudah ditemui di Indonesia, berdasarkan penelitian terhadap tikus diabetes, ekstrak biji dan daun pepaya mampu memberikan efek antihiperglikemik secara signifikan. Alkaloid, saponin dan tanin yang terkandung pada pepaya diduga memberikan efek antidiabetesPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi molekuler dari senyawa-senyawa yang terkandung dalam biji pepaya dengan protein Dipeptidyl peptidase-4 (DPP-4) yang memiliki potensi sebagai agen antidiabetes menggunakan metode penambatan molekuler, prediksi Lipinski’s, dan PreADMET. Pengujian dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak ChemDraw, BIOVIA Discovery Studio 2021, dan AutoDock Tools 1.5.6 serta situs DUD-E, PreADMET, RCSB, dan SwissADME. Dari hasil analisis, diketahui bahwa senyawa trifluoromethyl merupakan kandidat obat terbaik dengan nilai energi ikatan dan konstanta inhibisi berturut-turut sebesar −10,34 kkal/mol dan 0,02629 µM, dengan interaksi yang terjadi pada residu asam amino GLU B:167, HIS B:644, TYR B:662, GLU B:168, dan SER B:626.
Copyrights © 2025