Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di dunia, termasuk di Indonesia. Selain pendekatan medis, pengendalian TB memerlukan dukungan advokasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat kebijakan, dan mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran advokasi kesehatan dalam pengendalian tuberkulosis melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar dan PubMed. Sebanyak 16 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa advokasi kesehatan berperan dalam meningkatkan dukungan kebijakan, memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta mendukung implementasi program pengendalian tuberkulosis. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan pendanaan, rendahnya literasi kesehatan masyarakat, stigma terhadap penderita TB, dan belum optimalnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, penguatan advokasi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program pengendalian tuberkulosis secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026