Upaya pembentukan perilaku peduli lingkungan pada peserta didik sekolah MTS Negeri 1 Pangkalpinang terkait keberadaan sampah organik masih menjadi tantangan. Keterbatasan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pengelolaan sampah organik menyebabkan pemanfaatan sampah belum dilakukan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan, pemahaman aplikatif, dan komitmen siswa dalam pengelolaan sampah organik melalui edukasi biopori dan pengenalan biogas skala laboratorium. Metode yang digunakan meliputi community-based education yang dipadukan dengan pendekatan Problem-Based Learning dan workshop partisipatif. Kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, edukasi dan diskusi kontekstual, praktik demonstratif pembuatan satu unit lubang biopori, serta evaluasi menggunakan kuesioner skala Likert dan dikotomis kepada 40 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memberikan respons positif terhadap pelaksanaan program dengan nilai rata-rata persepsi berkisar antara 3,25–3,63. Selain itu, seluruh siswa menyatakan bersedia menerapkan dan menyebarluaskan konsep pengelolaan sampah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menghasilkan luaran awal berupa satu unit biopori percontohan sebagai media edukasi pengelolaan sampah organik di lingkungan sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penguatan literasi, kesadaran, dan komitmen awal siswa terhadap pengelolaan sampah organik. Namun, peningkatan keterampilan teknis siswa belum diukur secara objektif karena praktik pembuatan biopori dilaksanakan secara demonstratif dan evaluasi kegiatan masih berbasis persepsi siswa setelah kegiatan
Copyrights © 2026