Jurnal Mahasiswa TEUB
Vol 3, No 7 (2015)

PENGARUH VARIASI JUMLAH MESH PADA SISTEM PEMBUMIAN GRID TERHADAP NILAI RESISTANSI PEMBUMIAN

Muhammad Romadhon (Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya)
Moch. Dhofir (Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya)
n/a Soemarwanto (Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya)



Article Info

Publish Date
20 Jan 2016

Abstract

Jurnal ini menguraikan hasil penelitian tentang variasi jumlah mesh pada sistem pembumian grid pada tanah berpasir dilakukan dengan beberapa variasi kedalaman penanaman elektroda, panjang konduktor dan jumlah kisi serta pengaruh penambahan pengisian tanah. Variasi kedalaman penanaman adalah 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cm dan 100 cm. Variasi panjang konduktor dan jumlah mesh adalah 100 cm (satu kisi), 175 cm (dua kisi), 250 cm (tiga kisi), 300 cm (empat kisi), 400 cm (lima kisi), 425 (enam kisi), 600 cm (sembilan kisi). Sedangkan variasi penambahan pengisian tanah pada kedalaman 100 cm adalah 20 cm, 40 cm, 60 cm, 80 cm, dan 100 cm. Pengukuran dilakukan dengan metode 3 titik. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa nilai tahanan pentanahan sangat dipengaruhi oleh kedalaman elektroda yang ditanam, jumlah elektroda, ukuran konduktor dan kondisi tanah dimana elektroda tersebut ditanam. Dan didapatkan nilai resistansi pembumian pada tanah berpasir dengan menggunakan variasi jumlah elektroda mesh yang paling rendah yakni pada elektroda model mesh G dengan ukuran 0,75 m x 0,75 m, panjang konduktor 100 cm dan jumlah mesh 9 (sembilan kisi) di kedalaman penanaman 100 cm sebesar 28,13 ohm.Kata kunci---variasi jumlah mesh, pembumian grid, tanah berpasir.

Copyrights © 2015