Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membentuk pola konsumsi baru di kalangan mahasiswa Gen Z, yang dikenal sebagai generasi digital native. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Social Media Marketing (SMM) dan Fear Of Missing Out (FOMO) terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Gen Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert lima poin dan disebarkan kepada mahasiswa Gen Z yang aktif menggunakan media sosial. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas, uji T, uji F, serta analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social Media Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Gen Z. Strategi pemasaran melalui konten kreatif, influencer, live shopping, dan iklan yang dipersonalisasi mampu meningkatkan dorongan membeli secara impulsif. Selain itu, Fear Of Missing Out (FOMO) juga terbukti memiliki pengaruh signifikan, di mana perasaan takut tertinggal tren, pengalaman atau informasi di media sosial memperkuat perilaku konsumtif tersebut. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi besar terhadap meningkatnya perilaku konsumtif mahasiswa Gen Z. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemasar dalam merancang strategi pemasaran digital yang efektif sekaligus etis sesuai karakteristik generasi muda Kata Kunci: Social Media Marketing, Fear Of Missing Out (FOMO), Perilaku Konsumtif, Gen Z, Pemasaran digital
Copyrights © 2026