Kemampuan menyimak merupakan keterampilan dasar berbahasa yang penting untuk dikembangkan sejak dini, termasuk melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan konteks peserta didik. Salah satu media yang potensial digunakan adalah media audiovisual yang mampu merangsang perhatian dan keterlibatan siswa secara visual dan auditif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audiovisual terhadap keterampilan menyimak cerita rakyat pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Studi ini juga mengeksplorasi efektivitas penggunaan media audiovisual dalam konteks sekolah dasar perkotaan di Indonesia, yang masih relatif kurang mendapatkan perhatian dalam kajian empiris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan tes esai sebanyak lima butir soal. Analisis data dilakukan menggunakan uji one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor pretest sebesar 62 dan rata-rata skor posttest sebesar 78. Berdasarkan analisis statistik menggunakan regresi linier, diperoleh nilai thitung sebesar 54,668 pada taraf signifikansi a = 0,001 dengan derajat kebebasan (dk) = 38. Nilai tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media audiovisual berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap peningkatan keterampilan menyimak cerita rakyat pada siswa kelas V di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1 Kota Makassar. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap praktik pembelajaran bahasa Indonesia yang inovatif dan kontekstual di tingkat sekolah dasar. Listening is a fundamental language skill that should be developed from an early age, especially through the use of relevant and engaging learning media. Audiovisual media is considered one of the effective tools to stimulate students’ attention and involvement through both visual and auditory channels. This study aims to examine the effect of audiovisual media on the listening skills of fifth-grade students in understanding folktales at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 1, Makassar City. The study also explores the effectiveness of audiovisual media in urban elementary school contexts in Indonesia, where empirical studies are still relatively limited. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. Data were collected through observation, documentation, and essay-based tests consisting of five items. The data were analyzed using a one-sample t-test. The results showed that the average pretest score was 62, while the average posttest score increased to 78. Based on linear regression analysis, the t-value was found to be 54.668 at a significance level of a = 0.001 with 38 degrees of freedom. This result indicates that the t-value exceeds the table, leading to the rejection of the null hypothesis and acceptance of the alternative hypothesis. In conclusion, audiovisual media has a significant and positive effect on improving students’ listening skills in comprehending folktales. This research contributes to the implementation of innovative and contextual language learning practices at the elementary school level.
Copyrights © 2026