Hadirnya etnomatematika sebagai jembatan antara konsep matematika formal di sekolah dengan pengalaman budaya siswa menjadi penting dalam mengatasi kecemasan dan kesulitan belajar siswa sebagai pendekatan yang mengintegrasikan unsur budaya lokal sebagai konteks pembelajaran. Salah satu potensi yang belum tergali maksimal adalah tradisi Mandailing Manaek Bukkulan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi Manaek Bukkulan sebagai sumber kontekstual dalam pembelajaran matematika yang mengkonkretkan geometri, aritmatika, dan pengukuran melalui tradisi budaya Mandailing, sehingga siswa lebih mudah memvisualisasikan konsep abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografi etnomatematika terhadap elemen matematika dalam tradisi tersebut. Prosedur penelitian meliputi: (1) observasi partisipan intensif terhadap proses Manaek Bukkulan untuk mengidentifikasi elemen geometri, aritmatika, dan pengukuran; (2) wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pelaku tradisi; (3) dokumentasi visual berupa foto dan sketsa bangunan adat; serta (4) analisis data kualitatif melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Manaek Bukkulan dapat diterapkan dalam materi geometri (bentuk dan simetri rumah), aritmatika (perhitungan bahan bangunan), dan pengukuran (luas dan volume). Implementasi ini diharapkan dapat membuat pembelajaran matematika lebih bermakna dan relevan dengan budaya siswa Mandailing.
Copyrights © 2025