Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media comic strip terhadap pemahaman konsep perundungan pada siswa sekolah dasar. Fenomena perundungan yang masih terjadi di lingkungan pendidikan dasar menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran sosial, empati, dan karakter anti-kekerasan sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi-experimental design) yang melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diajar menggunakan media comic strip dan kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Subjek penelitian adalah siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda Kota Makassar dengan jumlah 58 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep perundungan yang telah divalidasi mencakup indikator mengenali bentuk perundungan, memahami dampaknya, serta menentukan tindakan pencegahan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konsep perundungan di kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Media comic strip membantu siswa memahami nilai-nilai moral dan sosial melalui visualisasi cerita yang kontekstual dan menarik. Pembelajaran menjadi lebih bermakna karena siswa terlibat aktif dalam menafsirkan pesan moral serta merefleksikan perilaku sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa comic strip merupakan media efektif dalam membangun pemahaman konseptual dan karakter positif siswa, sekaligus relevan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pembelajaran berbasis nilai kemanusiaan. This study aims to analyze the effect of using comic strip media on students’ conceptual understanding of bullying in elementary schools. The ongoing phenomenon of bullying in primary education highlights the need for learning strategies that can foster social awareness, empathy, and anti-violence character from an early age. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group taught using comic strip media and a control group taught through conventional methods. The participants consisted of 58 fifth-grade students from UPT SPF SD Inpres Unggulan BTN Pemda, Makassar, selected through a purposive sampling technique. The research instrument was a validated conceptual understanding test covering indicators such as recognizing forms of bullying, understanding its impacts, and identifying preventive actions. The analysis results revealed a significant improvement in the experimental group’s conceptual understanding compared to the control group. The comic strip media helped students comprehend moral and social values through contextual and visually engaging storytelling. Learning became more meaningful as students actively interpreted moral messages and reflected on social behavior within the school environment. This study demonstrates that comic strip media is an effective educational tool to enhance conceptual understanding and foster positive character development, aligning with the Merdeka Curriculum that emphasizes value-based and human-centered learning.
Copyrights © 2026