Guru dalam lembaga pendidikan Islam menghadapi beban administratif yang terus meningkat dan secara fundamental bertentangan dengan peran pedagogis mereka sebagai murabbi dan mu'allim. Penelitian ini mengkaji: (1) bentuk dan besaran beban administratif guru pada lembaga pendidikan Islam; (2) dampak beban tersebut terhadap profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran; serta (3) strategi kebijakan dan solusi pengurangan beban administratif dalam konteks pendidikan Islam modern. Berlandaskan Teori Burnout Maslach, Teori Profesionalisme Peran, dan kritik New Public Management (NPM), studi kepustakaan kualitatif ini mensintesis 35 sumber akademik yang mencakup jurnal terindeks Scopus, publikasi terakreditasi SINTA, data pemerintah, dan laporan OECD. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi konsep Islam tentang gangguan peran murabbi dengan literatur beban administratif kontemporer persimpangan teoretis yang masih kurang dieksplorasi. Temuan menunjukkan bahwa guru menghabiskan 30–50% jam kerja untuk tugas non-pedagogis, dengan guru madrasah menanggung beban ganda akibat dualisme mandat kementerian. Kondisi ini secara signifikan mengurangi interaksi bermakna guru-siswa, meningkatkan tingkat burnout hingga 65%, dan mengikis kreativitas mengajar. Solusi yang diusulkan mencakup sistem digital single-entry, redistribusi tugas administratif kepada tenaga non-pengajar, serta reformasi budaya kelembagaan yang berpijak pada prinsip Islam tentang amanah dan maslahah
Copyrights © 2026