Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era kontemporer sering kali memicu dilema etis yang menjauhkan ilmuwan dari nilai-nilai kemanusiaan. Artikel ini membahas etika profesional dan tanggung jawab ilmuwan melalui pendekatan profetik, yang mendasarkan gerakan intelektual pada nilai humanisasi (khairu ummah), liberasi (amar ma'ruf), dan transendensi (iman billah). Menggunakan metode studi kepustakaan kualitatif-filosofis, penelitian ini menganalisis bagaimana empat sifat profetik Siddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathanah berfungsi sebagai fondasi bagi etika ilmiah modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab seorang ilmuwan tidak terbatas pada dimensi sosial dan lingkungan, melainkan juga mencakup akuntabilitas transendental kepada Tuhan. Etika profetik mengubah ilmuwan dari sekadar pengamat yang berjarak menjadi intelektual organik yang aktif menyelesaikan masalah masyarakat, menjaga integritas data penelitian, dan memastikan bahwa kemajuan ilmiah berfungsi untuk mengangkat martabat manusia, bukan mereduksinya.
Copyrights © 2026