Masyarakat yang tinggal di permukiman pinggiran sungai umumnya memiliki budaya membuang air besar di sungai yang secara turun-temurun masih dipraktikkan, termasuk di Kelurahan Kertapati yang berada di tepian Sungai Musi, Kota Palembang. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kepemilikan jamban sehat dan tingginya risiko penyakit berbasis lingkungan. Penelitian terdahulu di kawasan bantaran Sungai Musi Kecamatan Sebrang Ulu I Palembang menemukan bahwa 96,7% jamban keluarga tidak memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepemilikan jamban sehat dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat pada masyarakat pinggiran Sungai Musi di Kelurahan Kertapati Kota Palembang tahun 2025. Penelitian dilakukan pada tanggal 9-29 April 2025. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 172 kepala keluarga yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan observasi langsung. Analisis data menggunakan uji chi-square (α=0,05) dan odds ratio. Hasil penelitian menunjukkan hanya 38,4% kepala keluarga yang memiliki jamban sehat sesuai standar. Faktor yang berhubungan bermakna dengan kepemilikan jamban sehat adalah: pengetahuan (p=0,000; OR=6,14), pendapatan keluarga (p=0,001; OR=4,83), sikap terhadap sanitasi (p=0,002; OR=4,21), budaya/kebiasaan BABS (p=0,000; OR=7,38), peran petugas kesehatan (p=0,003; OR=3,57), ketersediaan air bersih (p=0,008; OR=2,94), dan peran tokoh masyarakat (p=0,011; OR=2,73). Diperlukan penguatan program pemicuan STBM, penyuluhan berbasis komunitas, dan dukungan subsidi sanitasi bagi keluarga tidak mampu untuk meningkatkan cakupan kepemilikan jamban sehat di wilayah pinggiran Sungai Musi
Copyrights © 2025