Era digital telah mendorong terjadinya transformasi dalam manajemen organisasi melalui pemanfaatan teknologi informasi, kecerdasan buatan, big data, dan berbagai platform digital. Meskipun transformasi digital mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, berbagai tantangan seperti krisis etika digital, menurunnya interaksi sosial, ancaman keamanan data, dan lemahnya integritas organisasi menuntut adanya budaya organisasi yang kuat dan berbasis nilai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam manajemen organisasi modern sebagai strategi penguatan budaya organisasi di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an, dokumen resmi Muhammadiyah, buku, serta artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Islam, meliputi amanah, siddiq, tabligh, fathanah, musyawarah, dan ihsan, memiliki kontribusi penting dalam membangun budaya organisasi yang profesional, adaptif, transparan, dan berintegritas. Sementara itu, nilai-nilai Kemuhammadiyahan seperti tajdid, profesionalisme, Islam Berkemajuan, dan kepedulian sosial berperan dalam mendorong inovasi, adaptasi, serta keberlanjutan organisasi. Integrasi kedua sumber nilai tersebut menghasilkan budaya organisasi yang akuntabel, kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada kemaslahatan, sehingga relevan sebagai strategi penguatan budaya organisasi dalam menghadapi tantangan transformasi digital
Copyrights © 2026