Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara karakteristik kepribadian introvert dalam psikologi modern dan konsep uzlah dalam tradisi tasawuf Islam, serta implikasinya terhadap manajemen diri dan pendidikan spiritual kontemporer. Uzlah selama ini sering dipahami secara keliru sebagai bentuk isolasi sosial atau pelarian dari realitas, sementara introvert kerap distigmatisasi sebagai individu yang asosial. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif terhadap literatur psikologi kepribadian dan teks-teks tasawuf klasik. Hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi substantif antara keduanya, di mana orientasi internal individu introvert selaras dengan praktik uzlah yang menekankan muhasabah, tazkiyatun nafs, dan taqarrub kepada Allah SWT. Perbedaannya terletak pada orientasi dasar: introversi berfokus pada pemulihan energi psikologis (psiko-edukatif), sedangkan uzlah berorientasi pada transformasi spiritual (teosentris). Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik introvert dapat diposisikan sebagai modal psikologis positif (psychological capital) dalam membangun praktik uzlah modern yang produktif, yang tidak memutus hubungan sosial, melainkan memperkuat kualitas kontribusi individu dalam masyarakat melalui penguatan diri secara mental dan spiritual
Copyrights © 2026