Pendidikan merupakan sarana yang berperan dalam mengembangkan potensi individu melalui proses pembelajaran. Pada masa remaja, siswa umumnya telah memiliki kemampuan berpikir yang semakin matang serta mampu mengendalikan emosi dalam menghadapi berbagai permasalahan kehidupan. Kemampuan individu dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah tersebut dikenal sebagai coping behavior, yang salah satu bentuknya adalah problem-focused coping, yaitu strategi yang berorientasi pada penyelesaian masalah melalui tindakan langsung untuk mengatasi atau mengurangi sumber stres. Salah satu faktor yang memengaruhi problem-focused coping adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara kecerdasan emosional dengan problem-focused coping pada siswa SMA X di Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik random sampling, melibatkan 221 siswa sebagai sampel penelitian. Instrumen yang digunakan berupa skala kecerdasan emosional dan skala problem-focused coping. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa koefisien validitas skala kecerdasan emosional berada pada rentang 0,310–0,714 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,888, sedangkan koefisien validitas skala problem-focused coping berada pada rentang 0,301–0,793 dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,924. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), sehingga hipotesis penelitian diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan problem-focused coping pada siswa SMA X di Kota Padang. Besarnya sumbangan efektif kecerdasan emosional terhadap problem-focused coping adalah sebesar 15%, sedangkan 85% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Copyrights © 2026