Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Kontrol Diri Dengan Kenakalan Remaja Sari Rahmadani; Ria Okfrima
Psyche 165 Journal Vol. 15 (2022) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.963 KB) | DOI: 10.35134/jpsy165.v15i2.164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  melihat hubungan antara kontrol diri dengan kenakalan remaja.Variabel independent dalam penelitian ini adalahkontrol diri dan variabel dependent adalah kenakalan remaja.Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skalakontrol diri dan Skalakenakalan remaja.Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling dengan  jumlah sampel penelitian  sebanyak 66 orang.Uji validitas dan reliabilitas menggunakan teknik Alpha Cronbach.Hasil koefisien validitas pada skala kontrol diri berkisar dari 0,799 sampai 0,913, sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,780.Hasil koefisien validitas pada skala kenakalan remaja berkisar dari 0,783 sampai 0,949, sedangkan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,992. Hasil analisis data menunjukkan besarnya koefisien korelasi sebesar 0,644  dengan taraf signifikan p = 0,000. Artinya ada hubungan signifikan dengan arah positif antara kontrol diri dengan kenakalan remaja pada SMA X Padang.Sehingga dapat diartikan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima. Sumbangan efektif variabel kontrol diri terhadap kenakalan remaja adalah sebanyak 41,47%.
Kinerja Karyawan Ditinjau dari Kepuasan Kerja, Kecerdasan Emosional dan Stres Kerja Sari Rahmadani; Anoesyirwan Moeins; Yulasmi
Jurnal Informatika Ekonomi Bisnis Vol. 2, No. 1 (March 2020)
Publisher : SAFE-Network

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.077 KB) | DOI: 10.37034/infeb.v2i1.14

Abstract

This study aims to determine how much influence job satisfaction, emotional intelligence, and work stress on employee performance at PT. Padang Broad Bay. The method of collecting data through surveys and distributing questionnaires. The sample was 144 respondents and the analytical method used was regression analysis and correlation analysis. Based on the results of multiple regression analysis, the equation Ŷ = 21.790 + 0.256X1 + 0.615X2 - 0.482X3 is obtained. There is a positive and significant effect between job satisfaction (X1) on employee performance (Y), with a tcount of thitung 3.697 or a significantly smaller level than alpha (0,000 <0.05). Then there is a positive and significant effect between emotional intelligence (X2) on employee performance (Y), with a tcount of thitung 8.426 or a significantly smaller level than alpha (0,000 <0.05). Furthermore there is a negative and significant effect between work stress (X3) on employee performance (Y), with t hitung -3,697 or a significant level smaller than alpha (0,000> 0.05). Finally there is a significant influence between job satisfaction (X1), emotional intelligence (X2) and work stress (X3) together on employee performance (Y). There is also a strong relationship between each of these variables with a count of fhitung 75.486 or significantly smaller levels from alpha (0,000 <0.05).
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PROFITABILITAS DENGAN NET INTEREST MARGIN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA BANK PERKREDITAN RAKYAT DI INDONESIA Astohar Astohar; Sari Rahmadani; Dias Nurlita
Among Makarti Vol 12, No 2 (2019): AMONG MAKARTI
Publisher : Among Makarti, STIE AMA Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52353/ama.v12i2.184

Abstract

Keberadaan sektor perbankan memiliki peranan cukup penting, dimana dalam kehidupan masyarakat sebagian besar melibatkan jasa dari sektor perbankan. Profitabilitas perbankan merupakan rasio untuk mengetetahui kinerja keuangan dari perbankan. Hasil penelitian dari dari Hardiyanti, dkk (2016) masih menarik untuk dilakukan pengembangan dari variable yang digunakan serta dari obyek penelitian. Penelitian ini mengambil obyek pada Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia yang mempunyai Aset di atas 500 milyar. Atas dasar pertimbangan tersebut menghasilkan sampel 8 Bank Perkreditan Rakyat. Hasil penelitian menunjukkan Capital adequacy ratio (CAR) Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap net interest margin dan return on asset (H1 dan H2 ditolak). Loan to deposit ratio (LDR) Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia mempunyai pengaruh negative dan signifikan terhadap net interest margin (H3 diterima) akan tetapi tidak signifikan terhadap return on asset (H4 ditolak). Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia terbukti mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap net interest margin dan return on asset (H5 dan H6 diterima). Net Interest Margni (NIM) Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap net interest margin (H7 diterima). Hasil perhitungan sobel test menunjukkan bahwa net interest margin tidak terbuksi sebagai mediasi variabel terhadap return on asset.  Kata Kunci :  capital adequacy ratio (CAR), loan to deposit ratio (LDR), biaya operaional dan pendapatan operasional (BOPO), net interest margin (NIM) dan return on assets (ROA)
Kebersyukuran pada Remaja di Panti Asuhan ‘Aisyiyah Kota Padang Irdam Irdam; Sari Rahmadani; Geizy Azhari Putri
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 2 No 4 (2022): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v2i4.343

Abstract

Remaja dalam menjalani tugas perkembangannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosial, seperti keluarga. Keluarga atau orang tua mempunyai peranan penting bagi remaja dalam menjalani tugas perkembangannya. Idealnya orang tua berperan memberikan perhatian dan pengarahan agar anak dapat berkembang secara optimal. Namun faktanya tidak semua remaja beruntung dilindungi dan diasuh oleh orangtua sendiri. Ada suatu kondisi pengasuhan anak dipercayakan pada panti asuhan karena alasan tertentu seperti kehilangan kedua orang tua atau salah satu dari orang tua, kedua orang tua masih ada namun karena ekonomi lemah, maupun alasan lainnya. Badan Pusat Statistik (2018) mencatat bahwa jumlah remaja dengan gradasi umur 15-20 tahun di Indonesia berjumlah 22.233.393 jiwa dengan 2,5% remaja tinggal di panti asuhan. Di Kota Padang sendiri, tercatat sebanyak 1.035 anak asuh yang tinggal di panti asuhan. Panti asuhan berfungsi sebagai sarana pembinaan dan pengentasan anak terlantar, dimana panti asuhan ini melaksanakan fungsi keluarga dan masyarakat dalam perkembangan dan kepribadian anak-anak remaja, memberikan pelayanan, informasi, konsultasi dan pengembangan keterampilan bagi kesejahteraan sosial anak. Walau demikian, pelayanan panti asuhan diketahui masih saja belum optimal, banyaknya permasalahan psikologis yang harus dihadapi oleh remaja panti asuhan membuat remaja tersebut rentan untuk mengalami gangguan kesehatan mental sehingga cenderung kurang bahagia. Sementara itu, remaja yang bersyukur dengan murah hati akan menerima kenyataan dalam hidupnya sehingga mereka dapat merasakan kepuasan dan kebahagiaan. Hal inilah yang melatarbelakangi tim PKM untuk bisa ikut memberikan kontribusi, memberikan pemahaman yang lebih terkait pentingnya bersyukur pada remaja penghuni panti asuhan, agar dapat menjalani dan menikmati kehidupannya dengan lebih positif sehingga mencapai kebahagiaan.
PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT AND EMPLOYEE ENGAGEMENT IN MILLENNIAL GENERATION EMPLOYEES Krisnova Nastasia; Rika Wahyuni; Selvi Zola Fenia; Hadi Irfani; Sari Rahmadani
Jurnal Ipteks Terapan (Research Of Applied Science And Education ) Vol. 17 No. 1 (2023): Jurnal Ipteks Terapan : research of applied science and education
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.847 KB) | DOI: 10.22216/jit.v17i1.1880

Abstract

objective – The aim of this research is to determine the mediating role of job satisfaction in the effect of psychological empowerment on employee engagement. Design/Methodology/Approach - The population of this study is millennial generation employees at BUMN companies in Padang City. A sample of 67 respondents was taken through cluster random sampling technique, 15 companies were selected as research locations. The research instrument was a questionnaire in the form of a Likert scale. Testing the data through quantitative data analysis techniques structural equation models namely Structural Equation Modeling - PLS-based SEM. Findings – Research findings from SmartPLS v. data processing results. 3 shows that all the proposed hypotheses are proven to be supported. Psychological empowerment has a positive and significant (significant) effect on job satisfaction, psychological empowerment has a positive and significant (significant) effect on employee engagement, job satisfaction has a positive and significant (significant) effect on employee engagement, job satisfaction has no role in mediating psychological influences empowerment on employee engagement. Research limitations – This research is limited to the employee engagement variable and the research data was taken from 1 BUMN company in Padang City. Thus, the results of the study cannot be concluded in general. Originality – The research focus is on the effect of psychological empowerment on employee engagement and looking at the mediating role of job satisfaction variables.
Peran Servant Leadership Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Pegawai Pemerintahan Kota Sari Rahmadani; Harri Kurniawan; Ria Okfrima
Psyche 165 Journal Vol. 16 (2023) No.1
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.887 KB) | DOI: 10.35134/jpsy165.v16i1.217

Abstract

Pegawai pemerintahan merupakan sosok yang dianggap masyarakat berperan penting dalam jalannya pemerintahan di setiap kota. Pegawai pemerintahan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat dalam bidang apapun. Di dalam diri setiap pegawai diharapkan dapat memilki sikap kepemimpinan, termasuk dalam memberikan pelayanan yang terbaik pada setiap masyararat, guna terciptanya pemerintahan yang maju dan berlandaskan kepentingan masyarakat banyak. Diperlukan perilaku kerja yang inovatif, agar dapat tebentuk proses pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada pegawai di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Servant Leadership terhadap perilaku kerja inovatif pegawai pemerintahan kota. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai ASN Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Padang yang berjumlah 76 orang. Adapun subjek penelitian ini menggunakan teknik Sampling Jenuh dimana semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Perilaku Inovatif dan Skala Servant Leadership. Metode analisis data yang digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan regresi linier sederhana, yang menunjukkan bahwa persamaan garis regresi yang didapat Y = 46,546 + 0,173X, artinya koefisien regresi variabel servant leadership (X) memiliki nilai sebesar 0,173, yang berarti bahwa apabila servant leadership mengalami kenaikan sebesar satu satuan, maka perilaku kerja inovatif akan mengalami penaikan nilai sebesar 0,173. Koefisien positif berarti terdapat pengaruh yang positif dari servant leadership terhadap perilaku kerja inovatif pegawai.
Korelasi Antara Emotional Maturity dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Sari Rahmadani; Ria Okfrima; Vio Reky Vael
Psyche 165 Journal Vol. 16 (2023) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v16i2.235

Abstract

In doing the assignments given by the teacher, there are students who do it right away, but there are also those who delay doing it. His research aims to determine the corellation between emotional maturity and academic procrastination in Mathematics Study Program students at Sjeh M. Djamil Djambek Bukittinggi State Islamic University. The independent variable in this study is emotional maturity and the dependent variable is academic procrastination. The measuring tools used in this study are the emotional maturity scale and the academic procrastination scale. Determining the number of samples in this study using the sampling method is a way to determine the number of samples that meet the following requirements: the number of population is known; at the level of error (significance level) 1%, 5% and 10%; and this method is specifically used for normally distributed samples. Therefore the students used as the research sample were 176 people with a significant level of 10% in the mathematics study program class of 2016 to 2022 at the State Islamic University of Sjech M. Djamil Jambek Bukittinggi. Test the validity and reliability in this study using the Cronbach Alpha technique. The results of the validity coefficient on the emotional maturity scale with a corrected item-total correlation ranged from 0.406 to 0.785 while the reliability coefficient was 0.942. The results of the validity coefficient on the academic procrastination scale with the corrected item-total correlation ranged from 0.306 to 0.781 while the reliability coefficient was 0.952. Based on data analysis, a correlation value of -0.544 with a significance level of 0.000 is obtained, which means the hypothesis is accepted. This shows that there is a negative and significant relationship with the moderate category between emotional maturity and academic procrastination in mathematics study program students at the State Islamic University of Sjeh M. Djamil Djambek Bukittinggi. The effective contribution of the emotional maturity variable to the academic procrastination variable is 30%.
Self Control pada Siswa Kelas X di SMA PGRI 4 Kota Padang Geizy Azhari Putri; Sari Rahmadani; Irdam Irdam
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 3 No 4 (2023): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v3i4.538

Abstract

Remaja dalam menjalani tugas perkembangannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosial, seperti keluarga, teman sebaya maupun orang-orang yang ada disekitarnya. Hubungan psikososial sesama remaja dalam prosesnya mengidentifikasikan diri dan merasa nyaman disebut dengan istilah kelompok teman sebaya. Kehadiran kelompok teman sebaya ini dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan remaja. Teman sebaya merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan pada masa-masa remaja. Hal ini dikarenakan pada kenyataannya remaja sekarang ini menghabiskan sebagian besar waktunya bersama dengan teman sebaya mereka. Waktu yang dihabiskan remaja bersama kelompok teman sebayanya, baik teman di sekolah maupun teman di lingkungan lainnya membuat ia mudah menerima semua informasi maupun pengetahuan baru. Hanya saja informasi tersebut tidak sebatas hal-hal positif, namun juga akan ada informasi negatif. Hal ini membuat remaja perlu memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri atau self control. Kontrol diri merupakan kemampuan individu untuk membimbing, mengarahkan dan mengatur segi-segi perilakunya yang pada akhirnya mengarah kepada konsekuensi positif yang diinginkan. Sebaliknya individu dengan kontrol diri rendah, cenderung tidak mampu mengarahkan dan mengatur dirinya sehingga berdampak pada perilaku-perilaku negatif yang dimunculkannya. Berbagai permasalahan kenakalan remaja akibat ketidakmampuan individu dalam mengendalikan diri, misalnya tawuran antar pelajar, mencuri, vandalism, penyalahgunaan obat terlarang, membolos sekolah, dll. Di Kota Padang juga diketahui adanya kasus kenakalan remaja seperti: bolos, minum-minuman keras, judi, balap liar serta tawuran. Yang mana hal tersebut melatarbelakangi tim PKM untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada siswa terkait pentingnya memiliki kontrol diri pada siswa remaja, agar lebih mampu untuk mengarahkan perilakunya kepada konsekuensi yang positif.
Person-Organization Fit dan Organizational Citizenship Behavior Karyawan Bagian Produksi PT. X Fikri, Harry Theozard; Rahmadani, Sari; Okfrima, Ria
Psyche 165 Journal Vol. 16 (2023) No. 4
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v16i4.304

Abstract

Employees are a company's assets, and as employees they should always develop the resources they have. OCB is an important behavior that every employee must have in an effort to create the best work performance for a company. This research aims to see whether there is a relationship between person organization fit and organization citizenship behavior (OCB) in production employees at PT. The independent variable in this research is person organization fit and the dependent variable is organization citizenship behavior (OCB). The measuring instruments used in this research are the organization citizenship behavior (OCB) scale and person organization fit. The sampling technique in this research used a simple random sampling technique. The sample in this study was 84 production employees at PT. X. validity and reliability test in this study using the alpha cronbach technique where the results of the validity coefficient of the organization fitting coefficient moved from Rix= 0,357 to RIX= 0,726 with a reliability coefficient of α= 0,922 while on the scale of the organization citizenship from rix=0,331 to rix=0,753 with a reliability coefficient of α=0,943. Based on data analysis, a correlation value of 0,758 was obtained with a significance level of 0,000, which means the hypothesis was accepted. This shows that there is a positive and significant relationship between person. This shows that there is a positive and significant relationship between person organization fit and organization citizenship behavior (OCB) of production employees at PT. X. The contribution of the person organization fit variable to organization citizenship behavior (OCB) is 57%.
Perspective Taking dengan Altruisme pada Siswa SMA X Kota Padang Rahmadani, Sari; Irdam; Hardianti, Putri Rizki
Psyche 165 Journal Vol. 17 (2024) No. 2
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Putra Indonesia YPTK Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/jpsy165.v17i2.371

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup secara individual. Namun di jaman sekarang ini, banyak sekali manusia yang kurang peduli terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan, bukan hanya orang dewasa, namun juga hal tersebut terjadi pada remaja. Masa remaja merupakan fase transisi dan harus banyak mendapatkan perhatian karena jika salah pergaulan, hal tersebut tentu saja akan merugikan banyak pihak bukan hanya remaja tersebut. Sikap tolong menolong seharusnya sudah dimiliki sejak masa perkembangan usia dini, namun banyak juga remaja yang tidak mempunyai sikap tersebut bahkan sampai mereka tua. Remaja di jaman sekarang ini lebih memilih untuk sibuk dengan diri sendiri bermain gadged dan permainan lainnya yang menyibukkan diri sendiri. Seharusnya siswa dapat saling tolong menolong tanpa memandang satu sama lain, bahkan sampai rela berkorban demi kepentingan individu lain, suatu sikap yang disebut altruisme. Salah satu faktor yang dianggap dapat mempengaruhi altruisme adalah perspective taking. Penelitiannya bertujuan untuk mengetahui secara empirik apakah terdapat hubungan antara Perspective Taking dengan Altruisme pada Siswa SMK X Padang. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala perspective taking dan altruisme menggunakan metode probability sampling untuk menentukan jumlah sampel. Siswa yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah 140 orang. Berdasarkan analisis data, nilai korelasi 0,707 dengan tingkat signifikansi 0,000 diperoleh, yang berarti hipotesis diterima. Ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Perspective Taking dan Altruisme dengan arah positif pada siswa SMK X Padang. Kontribusi efektif dari variabel perspective taking pada altruisme adalah sebesar 49%.