Era digital menuntut guru sekolah dasar untuk memiliki profesionalisme dan kompetensi yang adaptif terhadap perubahan teknologi, meski di tengah keterbatasan fasilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya peningkatan profesionalisme dan kompetensi guru di sekolah dasar yang beroperasi dengan keterbatasan infrastruktur digital dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang efektif. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan mengkaji artikel, jurnal, dan laporan kebijakan yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa profesionalisme guru tidak semata ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan oleh kemampuan guru dalam merancang pembelajaran inovatif, memanfaatkan sumber daya alternatif, serta membangun iklim kelas yang kondusif. Kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan profesional tetap relevan dan perlu dikembangkan secara kontekstual. Berbagai strategi adaptif terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran meskipun fasilitas terbatas, seperti pemanfaatan teknologi sederhana, kolaborasi antar guru, serta penguatan literasi digital berbasis komunitas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas bukan hambatan mutlak, melainkan tantangan yang dapat diatasi melalui profesionalisme dan kreativitas guru.
Copyrights © 2026