Kesehatan dan kebersihan pribadi dimulai dengan pemenuhan sanitasi rumah tangga yang efektif. Namun, masyarakat Desa Ploso Lor, yang didominasi oleh buruh tani dan ibu rumah tangga, menghadapi beban keuangan karena ketergantungan mereka pada sabun cuci piring komersial, meskipun desa tersebut memiliki banyak tanaman kapur dan daun pandan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendidik warga tentang pentingnya kebersihan pribadi sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif melalui pelatihan produksi sabun buatan tangan bernama "Saciplo". Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan partisipatif (Participatory Rural Appraisal) yang terdiri dari tiga fase sistematis: persiapan (observasi potensi lokal), implementasi (sosialisasi persuasif dan praktik langsung), dan evaluasi kinerja kualitatif berbasis tindakan. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan masyarakat dalam menguasai keterampilan psikomotorik untuk membuat sabun cair yang homogen dan berkualitas tinggi tanpa penggumpalan. Produk Saciplo secara signifikan menghasilkan nilai tambah nyata dengan mengurangi biaya logistik dapur rumah tangga hingga 35–40%. Kelemahan produk ini terletak pada stabilitas warna klorofil pandan alami, yang memudar di bawah sinar matahari, sehingga memerlukan penyimpanan di tempat teduh. Kesimpulannya, program Saciplo berhasil membangun kebersihan dan kemandirian ekonomi mikro di kalangan warga, dengan peluang pengembangan di masa depan sebagai produk unggulan desa yang dikelola oleh PKK atau BUMDes untuk mendorong ekonomi sirkular lokal yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026