Kesenjangan infrastruktur digital dan keterbatasan bandwidth internet di lingkungan sekolah seringkali menjadi penghambat utama dalam optimalisasi pemanfaatan media pembelajaran digital, terutama saat diakses secara massal (high concurrency) di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi kelayakan "RaspiLab", sebuah perpustakaan digital portabel berbasis Raspberry Pi 4 yang dirancang untuk beroperasi secara mandiri tanpa koneksi internet eksternal (luring). Menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model instruksional ADDIE, penelitian ini berfokus pada tahap analisis kebutuhan, perancangan arsitektur sistem, pengembangan perangkat keras dan lunak, serta uji kelayakan. Sistem dibangun menggunakan arsitektur LEMP stack (Nginx, MariaDB, PHP) pada sistem operasi Raspberry Pi OS, dengan memanfaatkan WordPress sebagai Content Management System (CMS) yang diintegrasikan dengan fitur 3D Flipbook untuk visualisasi dokumen interaktif. Evaluasi kelayakan dilakukan melalui dua jalur utama: validasi ahli media/sistem yang mengacu pada standar kualitas perangkat lunak ISO/IEC 25010, dan uji respon pengguna ) kepada siswa SMA Islam Nurul Fikri Serang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi dari ahli media memperoleh persentase kelayakan mutlak sebesar 100%, yang masuk dalam kategori "Sangat Layak". Sementara itu, uji respon pengguna (siswa) memperoleh skor rata-rata sebesar 91%, yang juga berada pada kategori "Sangat Layak". Analisis teknis menunjukkan arsitektur RaspiLab mampu menyajikan konten pembelajaran secara responsif dan stabil tanpa bergantung pada jaringan internet publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa RaspiLab merupakan solusi media pembelajaran luring yang sangat layak, andal, dan berbiaya rendah untuk mengatasi kendala infrastruktur digital di sekolah
Copyrights © 2026