Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) Islami dalam menangani siswa dengan gaya belajar neurodivergent di madrasah ibtidaiyah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai artikel jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang relevan mengenai bimbingan dan konseling Islam, pendidikan inklusif, serta karakteristik siswa neurodivergent. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa neurodivergent, seperti siswa dengan ADHD, disleksia, disgrafia, dan diskalkulia, memerlukan layanan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Guru BK Islami berperan sebagai konselor, fasilitator, mediator, dan motivator dalam membantu siswa mengatasi hambatan belajar serta mengembangkan potensinya. Layanan yang diberikan meliputi identifikasi kebutuhan siswa, konseling individu maupun kelompok, kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua, serta penguatan nilai-nilai Islam. Integrasi nilai-nilai keislaman dalam layanan BK terbukti mendukung perkembangan akademik, sosial, emosional, dan spiritual siswa. Oleh karena itu, guru BK Islami memiliki peran strategis dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung perkembangan optimal siswa neurodivergent di madrasah ibtidaiyah.
Copyrights © 2026