Subsektor makanan dan minuman memiliki peran strategis dalam sektor manufaktur Indonesia karena kontribusinya yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto, ketahanannya dalam menghadapi kondisi krisis, serta tingginya minat investor di Bursa Efek Indonesia. Dalam konteks meningkatnya kebutuhan akan transparansi, kualitas audit menjadi elemen penting untuk menjamin keandalan laporan keuangan dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan. Kualitas audit dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain audit tenure yang berpotensi melemahkan independensi auditor apabila berlangsung terlalu lama, ukuran perusahaan yang umumnya berkaitan dengan pengendalian internal dan tata kelola yang lebih kuat, peran komite audit dalam mengawasi proses pelaporan keuangan, serta kinerja keuangan yang belum tentu mencerminkan kualitas audit akibat kemungkinan praktik manajemen laba. Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 228 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022–2024. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 93 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel dengan periode pengamatan tiga tahun, sehingga total observasi yang dianalisis berjumlah 279. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara individual audit tenure dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan komite audit dan kinerja keuangan memiliki pengaruh signifikan. Namun, secara bersama-sama keempat variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, yang menegaskan bahwa kombinasi faktor-faktor tersebut tetap berperan penting dalam menentukan kualitas audit perusahaan.
Copyrights © 2026