Permasalahan yang terjadi adalah membaca novel merupakan hal yang membosankan bagi generasi muda karena teks terlalu panjang, kompleksitas alur cerita, kesulitan dalam menafsirkan karakter tokoh secara mandiri, generasi muda lebih tertarik dengan tampilan media audio-visual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses ekranisasi karya sastra (penciutan, penambahan, perubahan variasi) dari novel ke dalam bentuk film. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan memadukan teori ekranisasi Eneste dan Stanton untuk menelaah penciutan, penambahan, dan perubahan variasi novel ke film melalui pendekatan kajian sastra bandingan. Teknik analisis data dapat dilakukan melalui cara mengklasifikasikan kata-kata yang memiliki makna ekranisasi novel ke film Teluk Alaska, menganalisis data sesuai dengan teori ekranisasi novel ke film Teluk Alaska, menyimpulkan hasil penelitian tentang ekranisasi novel ke film Teluk Alaska. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penciutan dan penambahan pada alur, karakter, dan latar dalam film Teluk Alaska sutradara Adhe Dharmastriya; adanya perubahan variasi pada alur dan karakter dalam film Teluk Alaska sutradara Adhe Dharmastriya. Proses ekranisasi (pengalihan wahana novel ke bentuk film merupakan soluksi efektif untuk mengatasi kebosanan generasi muda dalam menikmati karya sastra karena film memfasilitasi kebutuhan generasi muda akan media audio-visual yang menyajikan alur lebih ringkas dan visualisasi karakter yang lebih mudah dipahami.Kata kunci: Novel, Film, Ekranisasi, Sastra Bandingan
Copyrights © 2026