Penelitian ini mengkaji kesiapan manajemen adopsi e-voting dalam konteks transformasi industri digital, menggunakan desain metode campuran sekuensial eksplanatori. Fase kuantitatif melibatkan 215 responden yang diambil dari pejabat penyelenggara pemilihan menggunakan rumus Slovin dengan margin kesalahan 6,7% dari estimasi populasi terjangkau sebesar 4.800 personel, sementara fase kualitatif melibatkan 12 informan kunci yang dipilih secara purposif. Berlandaskan Technology Acceptance Model (TAM), Teori Difusi Inovasi (DOI), dan Teori Kapabilitas Dinamis (DCT), penelitian ini mengembangkan Model Kesiapan Manajemen E-Voting Terpadu (IEVMR) sebagai kontribusi teoritis utama. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur teknologi (β=0,412), kompetensi sumber daya manusia (β=0,356), dan kepemimpinan kebijakan (β=0,287) merupakan prediktor signifikan kesiapan manajemen e-voting (R²=0,673; p
Copyrights © 2026