Latar Belakang: Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Cirebon melonjak tajam dari 231 kasus (2023) menjadi 597 kasus (2024), dengan insiden tertinggi di Wilayah III dan didominasi usia anak/produktif. Meskipun urgensinya tinggi, analisis faktor determinan spesifik lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara faktor determinan dengan kejadian DBD di Kota Cirebon tahun 2024Metode: Metode penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian ini adalah masyarakat, sampel yang digunakan yaitu 597 responden.Hasil: Berdasarkan hasil uji Chi Square diperoleh adanya hubungan antara usia (p-value 0,000), jenis kelamin (p-value 0,040), pekerjaan (p-value 0,043), kepadatan penduduk (p-value 0,000), curah hujan (p-value 0,000) dukungan pemerintah (p-value 0,035) dan tidak ada hubungan antara angka bebas jentik (p-value 0,098) dengan kejadian demam berdarah dengue pada masyarakat di Kota Cirebon 2024. Variabel usia merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue pada masyarakat (OR=7,409). Maka dari itu, disarankan untuk mengoptimalkan surveilans dan pencatatan kasus demam berdarah dengue dan koordinasi lintas sektor.Kesimpulan: Disarankan untuk mengoptimalkan surveilans dan pencatatan kasus demam berdarah dengue dan koordinasi lintas sektor
Copyrights © 2026