Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan pekerja dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala serta menjelaskan maknanya dalam kerangka kritik sastra feminis. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Sumber data primer ialah novel Gadis Kretek, sedangkan data berupa kata, frasa, kalimat, dan dialog yang menunjukkan marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban ganda berdasarkan teori ketidakadilan gender Mansour Fakih. Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat, dikodekan, diklasifikasikan, lalu dianalisis secara tekstual dengan mempertimbangkan konteks naratif dan relasi sosial tokoh. Hasil penelitian menunjukkan sembilan data ketidakadilan gender: marginalisasi satu data, subordinasi dua data, stereotip empat data, kekerasan dua data, sedangkan beban ganda tidak ditemukan secara eksplisit. Temuan memperlihatkan bahwa ketidakadilan gender dalam novel tidak hanya terjadi melalui pembatasan peran perempuan dalam industri kretek, tetapi juga melalui kontrol atas tubuh, pengabaian suara perempuan, pelabelan negatif, dan kekerasan berbasis relasi kuasa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Gadis Kretek menghadirkan kritik terhadap patriarki dalam ruang kerja dan sejarah sosial Indonesia. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemetaan bentuk ketidakadilan gender terhadap perempuan pekerja secara sistematis sehingga dapat memperkaya kajian kritik sastra feminis dan pembelajaran sastra berbasis keadilan gender.
Copyrights © 2026