Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, strategi, dan faktor-faktor yang memengaruhi kesantunan berbahasa santri putra baru dalam interaksi sosial di Pondok Pesantren Roudlotul Ulum, Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 83 santri putra baru. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi kesantunan yang dominan, yaitu positive politeness dalam interaksi antarsantri melalui ungkapan solidaritas, negative politeness dalam komunikasi dengan ustadz melalui tuturan formal dan hati-hati, serta bald on-record pada situasi mendesak. Faktor yang memengaruhi strategi tersebut meliputi hierarki institusional, latar belakang budaya daerah, dan pembiasaan adab pesantren. Temuan ini menunjukkan bahwa pesantren berperan sebagai institusi kontrol sosial yang menanamkan kesadaran pragmatik secara sistematis kepada santri baru.
Copyrights © 2026