Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Banjarmasin, khususnya pada wilayah dengan kondisi sanitasi lingkungan yang kurang optimal. Puskesmas Cempaka Banjarmasin mencatat adanya kasus demam enterik setiap bulan dengan kecenderungan peningkatan pada tahun 2025. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan demam tifoid. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan media leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest terhadap 10 responden sebelum dan sesudah penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan di ruang tunggu Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin sebelum pelayanan kesehatan dimulai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata- rata pengetahuan responden dari 80% pada pretest menjadi 97% pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 17%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan demam tifoid. Diharapkan peningkatan pengetahuan ini dapat mendorong penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari guna menurunkan risiko penularan demam tifoid.
Copyrights © 2026