Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan tentang Pencegahan Penyakit Tipes (DemamTifoid)diPuskesmas Cempaka Kota Banjarmasin Zulfa Mahmudah; Nurul Mardiati; Muhammad Juanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i2.18197

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Banjarmasin, khususnya pada wilayah dengan kondisi sanitasi lingkungan yang kurang optimal. Puskesmas Cempaka Banjarmasin mencatat adanya kasus demam enterik setiap bulan dengan kecenderungan peningkatan pada tahun 2025. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan demam tifoid. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan media leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pretest dan posttest terhadap 10 responden sebelum dan  sesudah penyuluhan. Kegiatan dilaksanakan di ruang tunggu Puskesmas Cempaka Kota Banjarmasin sebelum pelayanan kesehatan dimulai. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata- rata pengetahuan responden dari 80% pada pretest menjadi 97% pada posttest atau mengalami peningkatan sebesar 17%. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah dan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan demam tifoid. Diharapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat  meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyebab, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan demam tifoid. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Penyakit Menular, Higiene, Sanitasi, Demam Typhoid fever mains a public health problemin Banjarmasin City, particularly in areas with sub optimal environmental sanitation. Cempaka Community Health Center in Banjarmasin records cases of enteric fever each month, with a tendency to increase by 2025. This community service activity aims to increase public knowledge of the causes, symptoms, transmission routes, and prevention measures for typhoid fever. The technique used was health education using lecture and leaflet. Evaluation was carried out using pretest and posttest questionnaires with 10 respondents before and after the education. The activity was conducted in the waiting room of the Cempaka Community Health Center in Banjarmasin City, before health services began. The evaluation results showed an increase in respondent average knowledge from 80% in the pretest to 97% in the posttest, a 17% increase. These results indicate that health education using lecture and leaflet is effective in increasing public knowledge about typhoid fever prevention. It is hoped that this increased knowledge will encourage the adoption of clean, healthy living behaviors (PHBS) in daily life to reduce the risk of typhoid fever transmission.