Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji model struktural yang mengintegrasikan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pendidikan Agama Islam guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pembentukan karakter, dan pembelajaran bermakna peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa sekolah menengah atas yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Model yang diusulkan terdiri atas lima konstruk utama, yaitu Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta, Kemampuan Berpikir Kritis, Pembentukan Karakter, dan Pembelajaran Bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep Learning berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik, sedangkan Kurikulum Berbasis Cinta memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan karakter. Selain itu, Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta secara langsung berpengaruh terhadap pembelajaran bermakna. Kemampuan berpikir kritis dan pembentukan karakter juga terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap pembelajaran bermakna serta berperan sebagai variabel mediasi dalam model yang diusulkan. Evaluasi model struktural menunjukkan nilai R² dan Q² yang memuaskan, yang mengindikasikan kemampuan penjelasan dan prediksi model yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta dapat mendorong pendekatan Pendidikan Agama Islam yang lebih holistik dengan memperkuat secara simultan dimensi kognitif, afektif, dan moral dalam pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui pengajuan model konseptual baru dalam Pendidikan Agama Islam serta menawarkan implikasi praktis bagi guru, sekolah, dan pembuat kebijakan dalam merancang pengalaman belajar yang lebih humanis, reflektif, dan bermakna.
Copyrights © 2026