Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di Indonesia mengalami perkembangan yang dinamis seiring perubahan sosial, politik, budaya, dan kebutuhan pendidikan nasional. Artikel ini bertujuan menganalisis evolusi kurikulum PAI sejak periode awal kemerdekaan hingga implementasi Kurikulum Merdeka dengan menelaah pergeseran kebijakan, inovasi pedagogis, serta tantangan pengembangannya di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis historis terhadap dokumen kebijakan kurikulum, literatur akademik, dan kajian terkait perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa perkembangan kurikulum PAI mengalami transformasi paradigma, mulai dari orientasi normatif-doktrinal pada masa awal kemerdekaan, penguatan struktur dan standardisasi materi pada periode berikutnya, pergeseran menuju pendekatan berbasis tujuan dan kompetensi, hingga paradigma pembelajaran yang lebih fleksibel, kontekstual, dan berorientasi pada karakter dalam Kurikulum Merdeka. Inovasi pedagogis terlihat melalui perubahan pendekatan pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered, penguatan asesmen autentik, integrasi teknologi, pembelajaran berdiferensiasi, serta pengembangan kompetensi abad ke-21. Namun demikian, implementasi kurikulum PAI masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kesiapan guru, kesenjangan implementasi antar satuan pendidikan, penguatan moderasi beragama, serta kebutuhan integrasi nilai Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artikel ini menegaskan bahwa pengembangan kurikulum PAI masa depan perlu diarahkan pada paradigma transformatif yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman, kompetensi global, dan konteks sosial masyarakat Indonesia yang plural.
Copyrights © 2026