Colletotrichum truncatum merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kedelai yang dapat menurunkan kualitas dan hasil produksi. Pengendalian penyakit umumnya dilakukan menggunakan fungisida kimia, namun penggunaan secara terus-menerus dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan yaitu pemanfaatan agensia hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan sinergi Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis dalam menghambat pertumbuhan C. truncatum secara in vitro dan efektivitasnya dalam menekan perkembangan penyakit antraknosa pada tanaman kedelai di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsorsium P. fluorescens dan B. subtilis menunjukkan aktivitas penghambatan pertumbuhan C. truncatum in vitro. Perlakuan konsorsium bakteri P. fluorescens dan B. subtilis konsentrasi 10⁸ cfu/mL pada 72 jam menghasilkan penghambatan sebesar 44,9%. Namun demikian, pada kondisi lapangan, perlakuan konsorsium bakteri belum mampu menekan insidensi dan intensitas penyakit antraknosa secara optimal dibandingkan dengan fungisida sintetik.
Copyrights © 2026