Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan rumput laut sebagai sumber senyawa bioaktif, salah satunya tanin pada Sargassum polycystum. Namun, perbedaan efektivitas konsentrasi etanol (70% dan 96%) dalam mengekstraksi tanin masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi etanol terhadap kadar tanin total. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan ekstraksi maserasi selama 5 hari. Penetapan kadar tanin dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-Ciocalteu pada panjang gelombang 775 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 12%, lebih tinggi dibandingkan etanol 96% sebesar 11%. Kadar tanin total (n=3) pada ekstrak etanol 70% sebesar 4,3±0,03 mg TAE/g, sedangkan etanol 96% sebesar 2,3±0,05 mg TAE/g. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa etanol 70% lebih efektif dalam mengekstraksi tanin dibandingkan etanol 96%. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah dalam pemilihan pelarut optimal untuk ekstraksi senyawa tanin pada pengembangan produk farmasi berbasis bahan alam.
Copyrights © 2026