Dwi Kurnia Putri
D3 Farmasi, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Bengkulu, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Kadar Tanin Ekstrak Etanol 70% Dan Etanol 96% Eucheuma spinosum dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Reci Sevty Amielly. U; Dwi Kurnia Putri; Putri Mulia; Rose Intan Perma Sari; Oky Hermansyah
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2477

Abstract

Rumput laut merah (Eucheuma spinosum) merupakan salah satu sumber senyawa bioaktif yang mengandung tanin dan berpotensi sebagai antioksidan serta bahan pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar tanin serta membandingkan kadar tanin ekstrak etanol 70% dan etanol 96% rumput laut merah (Eucheuma spinosum) hasil maserasi menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan pendekatan kuantitatif. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan 96%, kemudian dilakukan uji kualitatif dan kuantitatif tanin. Penetapan kadar tanin dilakukan replikasi sebanyak tiga kali pengulangan menggunakan pereaksi Folin–Ciocalteu pada panjang gelombang maksimum 775 nm, dengan operating time 70 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua ekstrak positif mengandung tanin. Kadar tanin pada ekstrak etanol 70% diperoleh sebesar 4,0 ± 0,022 mg TAE/g, sedangkan pada ekstrak etanol 96% sebesar 2,6 ± 0,02 mg TAE/g. Analisis statistik menggunakan uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi 0,463 (>0,05) yang berarti data tersebut terdistribusi normal dan menggunakan uji independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua ekstrak. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelarut etanol 70% lebih efektif dalam mengekstraksi senyawa tanin dibandingkan etanol 96%.
Tingkat Kepatuhan Pasien terhadap Pengobatan Hipertensi Berdasarkan Durasi Menderita Hipertensi di Puskesmas Tumbuan Kabupaten Seluma Carissa Chindy Putri Wulandari; Ikhsan Ikhsan; Tri Danang Kurniawan; Oky Hermansyah; Dwi Kurnia Putri
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2509

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol serta mencegah komplikasi. Salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien adalah lama menderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan hipertensi berdasarkan lama sakit di Puskesmas Tumbuan Kabupaten Seluma tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner MMAS-4 (Morisky Medication Adherence Scale). Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pasien dengan lama sakit <5 tahun sebagian besar memiliki tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 25 responden (52,08%), kepatuhan sedang 17 responden (35,42%), dan kepatuhan rendah 6 responden (12,5%). Sedangkan pada pasien dengan lama sakit >5 tahun sebagian besar memiliki tingkat kepatuhan rendah sebanyak 22 responden (45,83%), kepatuhan sedang 16 responden (33,33%), dan kepatuhan tinggi 10 responden (20,83%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan durasi menderita hipertensi kurang dari 5 tahun lebih banyak berada pada kategori kepatuhan tinggi, sedangkan pasien dengan durasi menderita hipertensi lebih dari 5 tahun lebih banyak berada pada kategori kepatuhan rendah. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan gambaran tingkat kepatuhan berdasarkan durasi menderita hipertensi. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan dukungan dari tenaga kesehatan serta keluarga untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hipertensi.
Analisis Kadar Tanin Anggur Laut (Caulerpa racemosa) pada Variasi Konsentrasi Etanol Nabila Rasyada; Dwi Kurnia Putri; Vernonia Yora Saki; Ikhsan Ikhsan; Tri Danang Kurniawan
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2418

Abstract

Anggur laut (Caulerpa racemosa) mengandung tanin yang berpotensi untuk kesehatan, namun pengaruh konsentrasi pelarut terhadap kadar tanin masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan menentukan serta membandingkan kadar tanin pada ekstrak etanol 70% dan 96% menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Sampel dari Pantai Teluk Sepang diolah menjadi simplisia dan dimaserasi dengan etanol 70% dan 96%. Uji kualitatif menunjukkan kedua ekstrak positif tanin. Penetapan kadar dilakukan dengan metode Folin–Ciocalteu pada 775 nm dengan inkubasi 70 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar tanin pada ekstrak etanol 70% sebesar 6,8±0,22 mg TAE/g sedangkan pada ekstrak etanol 96% sebesar 5,5±0,31 mg TAE/g. Namun, secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan (p > 0,05). Artinya, perbedaan konsentrasi etanol tidak berpengaruh nyata terhadap kadar tanin, meskipun nilai etanol 70% lebih tinggi. Penelitian ini memberikan informasi ilmiah mengenai efektivitas pelarut etanol dalam ekstraksi tanin dari Caulerpa racemosa sebagai dasar pengembangan penelitian selanjutnya.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Etanol 70% dan 96 % terhadap Kadar Tanin Total Sargassum Polycystum Natasya Dwi Agustina; Dwi Kurnia Putri; Samwilson Slamet; Suci Rahmawati; Putri Mulia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 2 (2026): JUPIN Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2435

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan rumput laut sebagai sumber senyawa bioaktif, salah satunya tanin pada Sargassum polycystum. Namun, perbedaan efektivitas konsentrasi etanol (70% dan 96%) dalam mengekstraksi tanin masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi etanol terhadap kadar tanin total. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan ekstraksi maserasi selama 5 hari. Penetapan kadar tanin dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Folin-Ciocalteu pada panjang gelombang 775 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen ekstrak etanol 70% sebesar 12%, lebih tinggi dibandingkan etanol 96% sebesar 11%. Kadar tanin total (n=3) pada ekstrak etanol 70% sebesar 4,3±0,03 mg TAE/g, sedangkan etanol 96% sebesar 2,3±0,05 mg TAE/g. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua perlakuan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa etanol 70% lebih efektif dalam mengekstraksi tanin dibandingkan etanol 96%. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah dalam pemilihan pelarut optimal untuk ekstraksi senyawa tanin pada pengembangan produk farmasi berbasis bahan alam.