Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat

Determinan Multidimensional Kejadian Stunting pada Balita di Desa Tambak Anyar Tahun 2025: Multidimensional Determinant Analysis of Stunting Incidence in Toddlers

Annisa Febriana (Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru)
Yulia Yunara (Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru)
Sapariah Anggraini (Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru)
Heryyanoor Heryyanoor (Program Studi Profesi Ners, STIKES Intan Martapura, Banjar)
Rofiqah Rofiqah (Program Gizi, Puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan ibu, pola asuh, dan budaya setempat. Desa Tambak Anyar masih menghadapi tantangan dalam upaya penurunan angka stunting pada balita. Tujuan: Menganalisis determinan kejadian stunting pada balita di Desa Tambak Anyar tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 56 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U), kuesioner, serta data sekunder dari posyandu dan puskesmas. Variabel independen meliputi pengetahuan ibu, pola asuh, dan pantangan adat, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar balita berada pada kategori pendek (80,4%) dan sangat pendek (19,6%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,004), pola asuh (p=0,003), dan pantangan adat (p=0,015) dengan kejadian stunting. Balita dengan ibu berpengetahuan rendah, pola asuh kurang optimal, dan masih menerapkan pantangan adat cenderung mengalami stunting yang lebih berat. Kesimpulan: Kejadian stunting dipengaruhi oleh faktor pengetahuan ibu, pola asuh, dan budaya lokal. Intervensi berbasis keluarga dan budaya diperlukan untuk meningkatkan praktik pengasuhan dan pemenuhan gizi balita.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jikis

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Other

Description

The scope of this journal is to publish research articles related to the health sector in general, especially health that leads to the community. This journal covers general health, namely nursing, hospital administration, midwifery, pharmacy, and other discussions related to the world of ...