Kanker kolon merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Penurunan nafsu makan, mual, dan efek samping kemoterapi sering menyebabkan penurunan asupan gizi yang berisiko menimbulkan malnutrisi. Upaya perawatan gizi yang tepat diperlukan untuk menjaga status gizi dan menunjang proses penyembuhan pasien. Mampu melaksanakan proses asuhan gizi terstandar pada pasien malignant neoplasm colon ascenden dan anemia in neoplastic disease yang menjalani kemoterapi FOLFIRI. Laporan ini memaparkan kasus pasien laki-laki berusia 62 tahun dengan status gizi normal. Pasien dirawat dengan keluhan penurunan nafsu makan dan gangguan gastrointestinal akibat kemoterapi. Pemeriksaan biokimia menunjukkan anemia dengan kadar hemoglobin 11,3 g/dL dan hematokrit 37,5%. Diagnosis gizi yang ditegakkan meliputi NI 2.1 Asupan oral tidak adekuat, NC 3.4 Kehilangan berat badan yang tidak diinginkan, dan NB 1.3 Tidak siap terhadap perubahan diet atau gaya hidup. Terapi gizi diberikan dengan pengaturan diet yang disesuaikan dengan kondisi klinis, kebutuhan gizi, tingkat aktivitas, dan usia pasien. Diet yang diberikan berupa Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) bertekstur lunak yang dikombinasikan dengan formula enteral polimerik sebanyak 57 g/hari. Selama tiga hari intervensi menggunakan metode food weighing dan 24-hour recall. Asupan gizi menunjukkan asupan zat gizi menunjukkan perbaikan dengan tingkat kecukupan 82,7% untuk energi, 88,5% untuk protein, 99,2% untuk lemak, dan 70,2% untuk karbohidrat. Berat badan pasien mengalami penurunan dari 64 kg menjadi 63,7 kg (0,3 kg atau 0,47%). Penerapan proses asuhan gizi terstandar berperan penting dalam meningkatkan kecukupan zat gizi, memperbaiki gejala klinis, dan membantu mempertahankan status gizi pada pasien kanker kolon yang menjalani kemoterapi.
Copyrights © 2026