Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi pemberdayaan pemuda melalui edukasi literasi digital dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap penyebaran berita hoaks. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kemampuan literasi digital, khususnya dalam melakukan verifikasi informasi serta kecenderungan menyebarkan informasi tanpa pengecekan sumber yang memadai. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang mengintegrasikan metode case-based learning, peer-to-peer education, pelatihan literasi digital, pendampingan, serta pembentukan komunitas “Duta Anti-Hoaks”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi digital pemuda dalam mengidentifikasi hoaks, melakukan verifikasi informasi, serta penggunaan alat pemeriksa fakta (fact-checking tools). Selain itu, terbentuk komunitas “Duta Anti-Hoaks” dan tersusun modul literasi digital berbasis kasus lokal sebagai luaran kegiatan yang mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan pemuda melalui integrasi case-based learning dan peer-to-peer education efektif dalam meningkatkan literasi digital serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran berita hoaks di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026