Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pemberdayaan Pemuda dalam Edukasi Literasi Digital untuk Meningkatkan Ketahanan Masyarakat terhadap Penyebaran Berita Hoax Cut Ita Erliana; Muthmainnah Muthmainnah; Athiyatul Ulya; Anni Zulfia; Annisa Karima; Mutammimul Ula
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i4.4560

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi pemberdayaan pemuda melalui edukasi literasi digital dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap penyebaran berita hoaks. Permasalahan utama mitra adalah rendahnya kemampuan literasi digital, khususnya dalam melakukan verifikasi informasi serta kecenderungan menyebarkan informasi tanpa pengecekan sumber yang memadai. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang mengintegrasikan metode case-based learning, peer-to-peer education, pelatihan literasi digital, pendampingan, serta pembentukan komunitas “Duta Anti-Hoaks”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan persiapan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi digital pemuda dalam mengidentifikasi hoaks, melakukan verifikasi informasi, serta penggunaan alat pemeriksa fakta (fact-checking tools). Selain itu, terbentuk komunitas “Duta Anti-Hoaks” dan tersusun modul literasi digital berbasis kasus lokal sebagai luaran kegiatan yang mendukung keberlanjutan program. Kegiatan ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan pemuda melalui integrasi case-based learning dan peer-to-peer education efektif dalam meningkatkan literasi digital serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap penyebaran berita hoaks di tingkat komunitas.
The workload analysis for the mackarel cracker industry's workers uses the full-time equivalents method Cut Ita Erliana; Subhan A. Gani; Amri; Faisal Akbar
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 12 No 1 (2025): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v12i1.1236

Abstract

Kerupuk Ikan Tenggiri Cap Kuda Laut is one of the fish-based cracker industries. The industry is located at Pangkalan Brandan, North Sumatra, Indonesia. The fish-based cracker industry employs 15 workers and six workstations, which include fish processing stations, fish grinding stations, kneading stations, printing stations, frying stations and packing stations. According to the observations, there is an unequal division of worker, which can result in an inappropriate workload for the worker. This study aims to analyze workers' workloads as a basis for determining the optimal number of workers. The full-time equivalent (FTE) method simplifies the measurement of work by aligning the number of people required to complete a specific job with the hours of workload. The study's findings revealed that one worker at the grinding stations had an overload, three workers in fish processing, two workers in kneading, three workers in frying and printing had normal workloads. Also at the packaging station there are 3 workers with an underload