Perkembangan media digital memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh dan membagikan informasi, tetapi pada saat yang sama meningkatkan risiko penerimaan serta penyebaran informasi hoax. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membangun kesadaran kritis masyarakat dalam mengenali ciri informasi yang meragukan dan menentukan sikap yang bertanggung jawab sebelum meneruskannya kepada orang lain. Metode yang digunakan berupa edukasi tatap muka melalui ceramah interaktif, penyampaian contoh kasus, diskusi, tanya jawab, dan refleksi secara lisan. Materi mencakup pengertian hoax, karakteristik pesan yang patut dicurigai, pemeriksaan sumber, konteks dan waktu publikasi, perbandingan informasi, serta etika menyikapi pesan yang belum terverifikasi. Evaluasi dilakukan secara kualitatif berdasarkan keterlibatan peserta, pertanyaan yang diajukan, dan tanggapan pada sesi refleksi. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif dapat membantu peserta memahami pentingnya menahan diri, memeriksa sumber, dan tidak segera membagikan pesan yang kebenarannya belum dipastikan. Edukasi ini menjadi langkah awal dalam menumbuhkan kebiasaan bermedia digital yang lebih kritis, hati-hati, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026