Prevalensi gastritis di Indonesia mencapai 274.396 kasus. Mahasiswa kos memiliki kebiasaan makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas dan berminyak, serta tekanan akademik yang tinggi sehingga berisiko mengalami gangguan lambung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa penghuni Kos Manandang tentang kesehatan lambung melalui pendekatan komunikasi kesehatan. Mitra dalam kegiatan ini adalah mahasiswa penghuni Kos Manandang dengan jumlah 15 orang berusia 19–25 tahun. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tatap muka, diskusi interaktif, dan tanya jawab, didukung media leaflet berkarakter lambung kartun yang dirancang dengan bahasa sederhana dan visual menarik. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pre-test dan post-test serta dianalisis dengan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 7,06 (pre-test) menjadi 9,86 (post-test), atau meningkat sebesar 30,2%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa komunikasi kesehatan berbasis penyuluhan tatap muka yang dirancang sesuai karakteristik audiens terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan lambung pada mahasiswa kos.
Copyrights © 2026