Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Lambung pada Mahasiswa Penghuni Kos Manandang dengan Pendekatan Komunikasi Kesehatan Jelinda Sakan; Eunike Algiandra Koroh; Maria Serafina Lim; Sarai Novilin Tunliu; Christina Rony Nayoan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i4.4624

Abstract

Prevalensi gastritis di Indonesia mencapai 274.396 kasus. Mahasiswa kos memiliki kebiasaan makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas dan berminyak, serta tekanan akademik yang tinggi sehingga berisiko mengalami gangguan lambung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa penghuni Kos Manandang tentang kesehatan lambung melalui pendekatan komunikasi kesehatan. Mitra dalam kegiatan ini adalah mahasiswa penghuni Kos Manandang dengan jumlah 15 orang berusia 19–25 tahun. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tatap muka, diskusi interaktif, dan tanya jawab, didukung media leaflet berkarakter lambung kartun yang dirancang dengan bahasa sederhana dan visual menarik. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan pre-test dan post-test serta dianalisis dengan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 7,06 (pre-test) menjadi 9,86 (post-test), atau meningkat sebesar 30,2%. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan ini membuktikan bahwa komunikasi kesehatan berbasis penyuluhan tatap muka yang dirancang sesuai karakteristik audiens terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kesehatan lambung pada mahasiswa kos.
Penyuluhan tentang Pencegahan Anemia pada Remaja Putri Orang Muda Katolik (OMK) Mater Omnium Gentium Paroki St Kristoforus Matani Fransiska Anjelina Mongko; Derse Ndula Anding; Paula Theresia Bena; Davri Glendika Nomlenni; Christina Rony Nayoan; Marni Marni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i4.4662

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang banyak ditemukan pada remaja putri di Indonesia, dengan prevalensi yang cenderung tinggi berdasarkan data nasional terkini. Berdasarkan hasil wawancara dengan mitra, remaja putri Orang Muda Katolik (OMK) Mater Omnium Gentium Paroki St. Kristoforus Matani, diketahui memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai gejala anemia serta menunjukkan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan media poster, dilengkapi pengukuran pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 18 Juni 2026 dan diikuti oleh 13 responden berusia 13–25 tahun. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,85 meningkat menjadi 95,38 pada post-test, atau setara peningkatan sebesar 29,16%. Seluruh responden memperoleh nilai post-test pada rentang 90–100. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan kesehatan menggunakan media poster efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai pengertian, gejala, faktor risiko, dampak, serta upaya pencegahan anemia. Rekomendasi perbaikan meliputi variasi metode edukasi, penyuluhan berkelanjutan, dan evaluasi jangka panjang terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku peserta.
Edukasi dan Penyuluhan Terkait Bullying Pada Remaja di RT 022/RW 007, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang Laurensia Natalia Abigail Nong; Maria Cinthia Wonga; Maria Gabriella Wuaraghi; Maria Yenivita Dai Laot; Christina Rony Nayoan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4628

Abstract

Masa remaja adalah fase penting dalam perkembangan manusia. Fase ini ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang cepat menuju kedewasaan. Dalam masa transisi ini, remaja sangat ingin tahu dan sering dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan mereka. Penggunaan media sosial sebagai tempat utama untuk berinteraksi seringkali menyebabkan konflik interpersonal yang tidak sehat. Perundungan atau bullying menjadi ancaman serius. Ini dapat merusak kesejahteraan psikologis dan menghambat perkembangan remaja. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui keefektivitas metode edukasi yang digunakan dalam mengubah cara pandang seseorang terhadap tindakan bullying atau perundungan. Metode pelaksanaan yang digunakan Jenis pengabdian ini merupakan pengabdian pre-experimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Rancangan kegiatan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pretest dan posttest. Populasi dan sampel yang digunakan dalam pengabdian ini sebanyak 13 orang remaja. Penyuluhan ini dilakukan di RT 22 RW 07, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang pada 21 April 2026. Hasil menunjukkan bahwa kegiatan edukasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan remaja. Nilai rata-rata pre-test yang semula sebesar 49,23 meningkat menjadi 66,15 pada post-test. Hasil uji statistik juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan
Edukasi Pencegahan Kekerasan Seksual melalui Pengenalan Sentuhan Aman dan Sentuhan Tidak Aman pada Anak Usia 8–11 Tahun Gracela Wilmina Raja; Jimmy Julisco Erdor Liunokas; Natalia Arynertian Ere; Yohana Corsini Zendang; Christina Rony Nayoan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4629

Abstract

Kekerasan seksual pada anak merupakan permasalahan serius yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Rendahnya pengetahuan anak mengenai kesehatan reproduksi, terutama tentang batasan tubuh dan perlindungan diri, meningkatkan risiko terjadinya kekerasan seksual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak usia 8–11 tahun mengenai sentuhan aman dan sentuhan tidak aman serta membekali mereka dengan kemampuan dasar untuk melindungi diri. Kegiatan dilaksanakan di RT 22/RW 07 Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, dengan melibatkan 14 peserta. Metode yang digunakan mengacu pada tahapan P-Process, meliputi analisis situasi dan audiens, penyusunan strategi komunikasi, desain edukasi, implementasi, serta evaluasi. Edukasi disampaikan melalui komunikasi verbal dan nonverbal menggunakan poster, permainan interaktif, lagu edukatif, serta evaluasi dengan kartu hijau dan kartu merah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu membedakan sentuhan aman dan sentuhan tidak aman, mengenali area tubuh pribadi yang harus dijaga, serta menunjukkan peningkatan keberanian untuk melindungi diri dan melaporkan situasi yang membuat tidak nyaman kepada orang dewasa tepercaya. Kegiatan ini berkontribusi meningkatkan literasi kesehatan reproduksi anak serta mendukung upaya pencegahan kekerasan seksual sejak dini melalui edukasi yang interaktif dan sesuai karakteristik perkembangan anak.
Upaya Pencegahan GERD Pada Mahasiswa di Kos Milen Oesapa Melalui Edukasi Penerapan Pola Hidup Yang Sehat Feni Efelin Onlani; Flora Oktavinda Mitang; Gaudensia Marika Pilin Hayon; Fiona Selpin Tungga; Christina Rony Nayoan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4667

Abstract

Perubahan pola hidup yang kurang sehat pada mahasiswa dapat meningkatkan risiko Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai pencegahan GERD melalui edukasi penerapan pola hidup sehat. Kegiatan dilaksanakan di Kos Milen Oesapa, Kota Kupang, menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Edukasi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, dan pembagian leaflet kepada mahasiswa berusia 18-24 tahun. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 83 pada pre-test menjadi 98 pada post-test atau meningkat sebesar 18,07%. Seluruh peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti edukasi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mahasiswa mengenai pencegahan GERD melalui penerapan pola hidup sehat.
Edukasi Kesehatan Menggunakan Media Leaflet sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan tentang Perilaku Seks Berisiko pada Pemuda GBI Kharisma Kota Kupang Erlian Mariana Pandie; Kezia Indriani Nenotek; Marsela Candra Naisais; Vramesti Nur Anggraeni; Christina Rony Nayoan; Marni Marni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4676

Abstract

Perilaku seksual berisiko merupakan segala bentuk aktivitas seksual yang dilakukan tanpa perlindungan yang memadai sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, serta kehamilan yang tidak direncanakan. Perilaku ini masih menjadi tantangan serius di kalangan remaja dan pemuda akibat rendahnya pengetahuan kesehatan reproduksi, pengaruh teman sebaya, dan paparan media digital yang tidak terkontrol. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pemuda GBI Kharisma Kota Kupang mengenai perilaku seks berisiko melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan media leaflet yang dikembangkan melalui tahapan analisis isu dan audiens, penyusunan materi, perancangan desain tiga lipatan menggunakan aplikasi Canva, serta uji coba media sebelum pelaksanaan kegiatan utama. Kegiatan melibatkan 15 orang pemuda berusia 16–29 tahun dan dilaksanakan melalui pemberian pre-test, penyampaian materi, pembagian leaflet, sesi tanya jawab, dan post-test menggunakan instrumen 10 soal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 84% meningkat menjadi 100% pada post-test, sehingga terjadi peningkatan sebesar 16%. Dengan demikian, edukasi kesehatan menggunakan media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pemuda mengenai perilaku seks berisiko dan dapat direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan reproduksi pada kelompok remaja dan pemuda.
Intervensi Komunitas melalui Edukasi Kesehatan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Mahasiswa Indekost Jihan Nabilah Safitri; Saraswati Nurjannah Bethan; Trinita Yolanda Nurak Lengari; Maria Febrianty Ratu Ari; Christina Rony Nayoan; Marni Marni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4688

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan determinan penting kesehatan masyarakat, namun penerapannya pada mahasiswa perantau yang tinggal di tempat kost masih rendah, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Observasi awal di Kost Gracia, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang, menunjukkan berbagai masalah PHBS seperti pengelolaan sampah yang buruk, sirkulasi udara minim, pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan begadang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan penghuni kost mengenai PHBS melalui edukasi berbasis leaflet. Intervensi dilaksanakan dengan pendekatan promosi kesehatan berupa ceramah, diskusi dan tanya jawab, serta pengukuran pre-test-post-test pada 10 mahasiswi berusia 20–23 tahun. Hasil menunjukkan seluruh responden (100%) mengalami peningkatan skor pengetahuan sebesar 14–47 poin, dengan rerata meningkat dari 55,90 menjadi 86,10 (p < 0,05) dan effect size sangat besar (Cohen’s d = 3,19). Peningkatan terbesar terjadi pada responden dengan skor awal terendah, menunjukkan edukasi paling bermanfaat bagi kelompok berpengetahuan rendah. Disimpulkan bahwa edukasi PHBS melalui media leaflet efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswi penghuni kost dalam waktu singkat.