Permasalahan penyerapan gabah di Desa Rias, Kecamatan Toboali, dipengaruhi oleh ketimpangan struktur pasar lokal akibat tidak berfungsinya Bulog sebagai lembaga penyerapan pada saat panen raya. Kondisi ini membentuk pasar yang tidak kompetitif, dimana tengkulak mendominasi transaksi dan melemahkan posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas strategi optimalisasi penyerapan gabah berbasis pengambilan keputusan multikriteria. Penelitian menggunakan metode survei dengan 12 responden ahli yang terdiri dari penyuluh pertanian, mitra Bulog, dan pimpinan kelembagaan petani, serta dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Seluruh matriks perbandingan berpasangan memenuhi kriteria konsistensi dengan nilai Consistency Ratio (CR) ≤ 0,1. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi struktur pasar di tingkat hulu menjadi strategi prioritas utama (bobot 0,4635), diikuti oleh pembangunan dan modernisasi infrastruktur pascapanen (bobot 0,3368) dan reformasi regulasi keuangan Bulog (bobot 0,1997). Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kebijakan harga pemerintah tidak hanya ditentukan oleh penetapan HPP, tetapi sangat bergantung pada perbaikan mekanisme pasar dan penguatan kelembagaan petani. Implikasi kebijakan penelitian ini menekankan pentingnya intervensi struktural berbasis kelembagaan lokal agar Bulog dapat berfungsi efektif sebagai stabilisator harga di tingkat desa.
Copyrights © 2026