Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Cendawan 31 Melalui Peningkatan Produksi Sayuran Dan Pendapatan Di Kota Pangkalpinang Eni Karsiningsih; Andini Meisya Sriwijayani Suwardih; Dinda Aulia; Santia Santia; Sulthon A’uliya Alfarissi; Gita Ardianta; Aprilianti Wulandari; Annisa Miswarni Lubis; Dodi Irwandi; Muhammad Ferghio Jovanka
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v3i2.325

Abstract

The concept of urban farming refers to the practice of farming in urban areas, which is usually done on limited land such as house yards, rooftops or vacant lots in the city. Urban farming aims to meet the very high food needs of urban communities when there is a scarcity of land for food production in urban areas. The demand for vegetables is not matched by vegetable production, resulting in inflation. Some of the obstacles faced by KWT Cendawan 31 include: vegetable farming is not yet commercially oriented, management is still simple, motivation and awareness of members are still low, production patterns are not well planned, vegetable price information is still limited, marketing channels are not efficient and simple and limited promotion of vegetable products. This farmer women group empowerment program aims to increase vegetable production & income. The methods used in this program are active participatory methods, mentoring and counseling on vegetable production processes from upstream to downstream. The success of the work program carried out was able to overcome the problem of the lack of creativity and innovation of the Cendawan 31 Women Farmers Group (KWT) in developing the planting of types of vegetables, the low production of vegetables in the area of the Cendawan 31 Women Farmers Group (KWT) and being able to arrange a planting schedule, choosing the right type of plant and rotating the planter.
Strategi Optimalisasi Penyerapan Gabah di Desa Rias Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan alkholik; Dinda Aulia; Dedy Firiansyah; Rahmat Bahrudin; Syahadan; Yudi Sapta Pranoto; Fournita Agustina
Journal of Integrated Agribusiness Vol 8 No 1 (2026): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jia.v8i1.7257

Abstract

Permasalahan penyerapan gabah di Desa Rias, Kecamatan Toboali, dipengaruhi oleh ketimpangan struktur pasar lokal akibat tidak berfungsinya Bulog sebagai lembaga penyerapan pada saat panen raya. Kondisi ini membentuk pasar yang tidak kompetitif, dimana tengkulak mendominasi transaksi dan melemahkan posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas strategi optimalisasi penyerapan gabah berbasis pengambilan keputusan multikriteria. Penelitian menggunakan metode survei dengan 12 responden ahli yang terdiri dari penyuluh pertanian, mitra Bulog, dan pimpinan kelembagaan petani, serta dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Seluruh matriks perbandingan berpasangan memenuhi kriteria konsistensi dengan nilai Consistency Ratio (CR) ≤ 0,1. Hasil analisis menunjukkan bahwa intervensi struktur pasar di tingkat hulu menjadi strategi prioritas utama (bobot 0,4635), diikuti oleh pembangunan dan modernisasi infrastruktur pascapanen (bobot 0,3368) dan reformasi regulasi keuangan Bulog (bobot 0,1997). Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas kebijakan harga pemerintah tidak hanya ditentukan oleh penetapan HPP, tetapi sangat bergantung pada perbaikan mekanisme pasar dan penguatan kelembagaan petani. Implikasi kebijakan penelitian ini menekankan pentingnya intervensi struktural berbasis kelembagaan lokal agar Bulog dapat berfungsi efektif sebagai stabilisator harga di tingkat desa.