Buah sukun memiliki kandungan pati 60% dan pemanfaatannya masih belum optimal serta jumlahnya melimpah hampir disetiap daerah di Indonesia. Pati merupakan salah satu hidrokoloid yang biasa digunakan sebagai bahan pembuatan edible film. Edible film data diartikan sebagai lapisan tipis yang dapat dimakan yang digunakan untuk melapisi dan mengemas makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kondisi yang diperlukan untuk membuat film yang dapat dimakan dari pati sukun dengan berbagi tingkat penambahan keragenan serta asam sitrat sebagai pengikat. Penelitian ini melibatkan dua proses, yaitu pembuatan film makanan dengan berbagai tingkat penambahan karagenan seperti: 0,5 gram, 1 gram, 1,5 gram, dan 2 gram, serta tingkat penambahan asam sitrat 1 % seperti: 5 ml, 10 ml, 15 ml, dan 20 ml. Analisis hasil pada penelitian ini terdiri dari uji kadar air pada pati, kuat tarik, ketahanan air (swelling), serta pengemasan. Hasil uji kadar air pada pati yaitu 7,33 %. Uji dengan variasi penambahan keragenan dan asam sitrat menunjukkan bahwa edible film memiliki kuat tarik tertinggi sebesar 4,10 MPa, nilai persen kemuluran tertinggi sebesar 108,0 %, dan nilai ketahanan air tertinggi sebesar 15,09 %. Uji pengemasan edible film pada buah tomat bertahan selama 9 hari dari kerusakan mikroba. Run ke-14 memiliki hasil terbaik.
Copyrights © 2026